Make your own free website on Tripod.com

H I D U P

BUKAN UNTUK MAIN-MAIN

Oleh : Drs. KH. A. Syamsuri Siddik

" Dan tidaklah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan permainan (senda gurau) belaka. Dan sungguh negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa, maka tidaklah kamu memahaminya?" (QS. Al-An’am : 32)

ila kita membaca koran, mendengarkan radio dan melihat TV, dalam hati kita akan berkata :"Sungguh kehidupan dunia ini penuh dengan permainan dan tipu daya yang menyesatkan". Dalam hal ini Allah swt berfirman : "Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenagan yang memperdayakan!" (QS. Ali Imran :183)

Dalam suasana ‘Idul Qurban (yang baru lalu) yang semarak dan khidmat ada baiknya kita perhatikan peringatan Allah swt dalam Al-Quran bahwa Allah menciptakan manusia itu tidak main-main.

Sebagaimana firman-Nya :

"Tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dengan segala yang ada diantara keduanya dengan main-main" (QS. Al-Anbiya :16)

Di bagian lain, Allah swt menegaskan lagi mengenai tujuan penciptaan-Nya itu dengan firman-Nya : "Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka" (QS. Al-Ahqaaf :3)

Tujuan yang benar itu di bagian lain ditegaskan ialah untuk menjadi bukti kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam merenungkan tentang penciptaan langit dan bumi itu sampai pada kesimpulan : "Ya Allah! Tiadalah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka" (QS. Ali Imran : 190-191)

Tentang penciptaan jin dan manuisa pun bukan untuk main-main, tapi mengemban tugas yang mulia ialah beribadah kepada Allah dengan tujuan akhir untuk mendapatkan ridla-Nya.

Allah swt berfirman :

"Tidaklah semata-mata Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah" (QS. Adz-Dzaariyaat :56)

Namun demikian, masih banyak orang yang mengulur-ulur waktu, menunda-nunda ibadah itu, padahal jangka waktu hidup ini sangat terbatas. Sampai-sampai Allah mengingatkan manusia dengan bahasa himbauan yang sangat retoris.

Allah swt berfirman :

"Belumlah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya yang telah diberi Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka menjadi Fasik." (QS. Al-Hadiid :16)

Menuju Perjumpaan dengan Allah

Masjid dipersiapkan selain tempat ruku’ dan sujud yang khusyu’ kepada Allah juga dipergunakan untuk membina keimanan serta ketaqwaan kita lewat pengajian dan meningkatkan pengetahuan lewat kursus-kursus.

Di majid pula putera-puteri kita dididik secara Islami dengan harapan kelak menjadi anak yang shalih, yaitu anak-anak yang berilmu dan berakhlak mulia, manfaat bagi dirinya, menyenangkan orang tuanya, serta manfaat bagi agama, bangsa dan negaranya.

Dari masjid pula bantuan sosial terhadap fakir miskin diadakan sesuai dengan kemampuan dana yang ada. Dana untuk membiayai seluruh kegiatan yang disebutkan tadi diperoleh dari para jama’ah lewat infaq, shadaqah, zakat dan lain-lain.

Mudah-mudahan hal tersebut menjadi amal shaleh sekaligus investasi ukhrawi, sebagai bekal menghadap Allah di hari kemudian, yaitu pada saat harta dan anak tidak ada gunanya lagi kecuali orang-orang yang datang kepada Allah swt dengan hati yang bersih sesuai dengan firman-Nya dalam Al-Quran Surat Asy-Syu’araa : 88 :

"(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih"

Agar tidak menyesal di hari kemudian, sungguh tepat bila kesempatan yang masih ada sekarang ini dimanfaatkan dengan memperbanyak amal shaleh.

Allah swt berfirman :

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari dzikir kepada Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi. Dan infaqkanlah sebagian dari apa yang telah kami rizqikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antaramu, lalu ia berkata : "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat (sebentar saja) agar aku dapat menyedekahkan hartaku dan membuat aku sebagai orang yang shalih?" Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang bila telah tiba ajalnya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"(QS. AlMunafiqun :9-11)

Firman Allah :

"HANYALAH YANG MEMAKMURKAN MASJID-MASJID ALLAH

IALAH ORANG-ORANG YANG BERIMAN KEPADA ALLAH

DAN HARI KEMUDIAN SERTA TETAP MENDIRIKAN SHALAT.

MENUNAIKAN ZAKAT

DAN TIDAK TAKUT KEPADA SIAPAPUN SELAIN KEPADA ALLAH .

MAKA MEREKALAH ORANG-ORANG YANG DIHARAPKAN TERMASUK

YANG MENDAPAT PETUNJUK"

(QS. AtTaubah : 18) (Suara Istiqamah - N0 13/YI/98/Th.ke34 Dzulhijjah 1418/April 1998)